SIGI, Sulawesi Tengah – Aparat kepolisian dari Polsek Biromaru berhasil mengamankan empat orang warga yang terlibat tawuran di Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Peristiwa yang terjadi pada hari Senin, 14 April 2025, sekitar pukul 21.30 WITA ini diduga kuat dipicu oleh permasalahan lama antar kelompok warga.
Kapolsek Biromaru, IPTU Agus Salim, melalui keterangan pers pada Selasa (15/4/2025) pagi, membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Kami menerima laporan dari warga terkait adanya keributan dan dugaan terlibat tawuran di Desa Kalukubula. Setelah mendatangi lokasi, kami berhasil mengamankan empat orang yang diduga kuat menjadi aktor utama dalam kejadian tersebut,” ujarnya.
Keempat warga yang diamankan tersebut berinisial AR (23), BN (25), CP (21), dan DR (24). Saat penangkapan, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam jenis parang dan badik yang diduga digunakan dalam aksi terlibat tawuran tersebut.
Lebih lanjut, IPTU Agus Salim menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terkait motif pasti dari tawuran ini. “Dari keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, kuat dugaan bahwa tawuran ini dipicu oleh masalah perselisihan lama antar kelompok pemuda di desa tersebut yang kembali memanas,” tambahnya.
Saat ini, keempat warga yang terlibat tawuran tersebut telah dibawa ke Mapolsek Biromaru untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga akan melakukan mediasi dengan tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat untuk mencegah terjadinya kembali kejadian serupa di kemudian hari.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemuda, untuk tidak mudah terprovokasi dan menyelesaikan setiap permasalahan dengan cara yang baik dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Jika ada permasalahan, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau perangkat desa,” tegas IPTU Agus Salim.
Pihak kepolisian juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah memberikan informasi sehingga tindakan cepat dapat dilakukan untuk mengamankan situasi dan mencegah terjadinya korban jiwa maupun luka-luka yang lebih parah. Kasus ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Sigi.
