Kabar kurang menyenangkan datang dari Pohuwato, Gorontalo, di mana sembilan wisatawan dilaporkan terjebak di tengah laut selama dua hari. Peristiwa ini terjadi ketika rombongan wisatawan tersebut hendak menuju sebuah tempat wisata pulau yang indah di wilayah Pohuwato.
Kejadian bermula pada Minggu, 23 Desember 2023, ketika sembilan wisatawan yang tidak disebutkan namanya menyewa dua perahu untuk berlibur ke salah satu pulau wisata andalan di Pohuwato. Namun, nahas menimpa rombongan tersebut. Salah satu perahu yang mereka tumpangi mengalami mati mesin di tengah laut. Sementara itu, perahu lainnya dilaporkan kehabisan bahan bakar.
Akibatnya, sembilan wisatawan tersebut terombang-ambing di lautan selama kurang lebih dua hari tanpa kepastian. Kondisi ini tentu menimbulkan kepanikan dan kekhawatiran bagi para wisatawan yang terjebak.
Tim SAR Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi
Setelah menerima laporan mengenai adanya wisatawan yang terjebak di tengah laut, tim SAR gabungan dari Basarnas Pohuwato segera bergerak cepat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Empat personel Basarnas Pohuwato dikerahkan untuk menuju lokasi di mana para wisatawan terakhir kali terlihat.
Setelah melakukan pencarian, tim SAR akhirnya berhasil menemukan kedua perahu yang membawa sembilan wisatawan tersebut dalam kondisi terombang-ambing di perairan Pohuwato. Proses evakuasi pun segera dilakukan dengan menarik kedua perahu tersebut menuju lepas pantai Marisa.
Kepala Pos SAR Marisa Pohuwato saat kejadian, Alfrits Rottie, mengungkapkan bahwa saat ditemukan, para wisatawan terlihat cemas. Beruntung, proses evakuasi berjalan lancar tanpa adanya kendala berarti. Seluruh wisatawan berhasil diselamatkan dan dibawa ke daratan dengan selamat.
Peringatan Keamanan dan Antisipasi Cuaca
Insiden wisatawan terjebak di tengah laut ini menjadi pelajaran berharga bagi para pelaku wisata bahari dan para wisatawan. Pengecekan kondisi perahu, mesin, dan ketersediaan bahan bakar menjadi hal yang krusial sebelum melakukan perjalanan laut. Selain itu, kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama saat musim liburan, juga sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Pihak Basarnas Pohuwato juga mengimbau kepada para pemilik perahu untuk selalu memeriksa kesiapan armada mereka sebelum berlayar demi keselamatan penumpang.
