Bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Kaukes, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, pada Sabtu, 15 Juli 2023, pukul 09.30 WITA, telah merenggut nyawa empat warga setempat. Peristiwa tragis ini terjadi saat warga sedang bergotong royong mengambil material untuk fondasi mushola.
Kejadian bermula ketika enam warga dengan semangat kebersamaan menggali tanah di area perbukitan untuk mendapatkan material fondasi. Tanpa diduga, tebing yang digali dengan peralatan sederhana itu runtuh, menimbun mereka dalam sekejap. Dalam hitungan detik, kebahagiaan gotong royong berubah menjadi tragedi yang memilukan.
“Saat itu, mereka sedang bekerja keras untuk membangun mushola, tempat ibadah yang sangat penting bagi komunitas kami,” ungkap seorang saksi mata dengan suara bergetar.
Empat nyawa melayang dalam bencana alam ini: Sukia (40), Muliana (44), La Mou (50), dan La Jeni (42). Dua lainnya, Alwan (42) dan Suaib (42), berhasil diselamatkan dengan luka-luka. Kehilangan ini meninggalkan kesedihan mendalam di hati keluarga dan seluruh warga Desa Kaukes.
Respons cepat dari tim gabungan, termasuk BPBD Banggai Laut, Dinas Sosial, tim SAR, dan Satpol PP, serta bantuan dari masyarakat setempat, memungkinkan evakuasi korban dan pendataan dampak bencana alam. Namun, kesedihan dan trauma mendalam tetap menyelimuti desa tersebut.
Kondisi geografis Banggai Laut yang berbukit-bukit dan curah hujan tinggi diduga menjadi faktor utama pemicu tanah longsor ini. Struktur tanah yang labil, diperparah oleh hujan deras, meningkatkan risiko longsor, terutama saat aktivitas penggalian dilakukan.
Pemerintah Kabupaten Banggai Laut segera bertindak, menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar lainnya kepada keluarga korban dan warga terdampak. Dukungan psikologis juga diberikan untuk membantu mereka mengatasi trauma akibat bencana alam ini.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan kerentanan terhadap bencana alam, terutama di daerah dengan kondisi geografis serupa. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu longsor, terutama saat musim hujan.
Selain itu, diperlukan upaya mitigasi jangka panjang, termasuk perencanaan tata ruang yang mempertimbangkan risiko longsor, pembangunan infrastruktur yang tahan bencana, dan edukasi masyarakat mengenai tindakan pencegahan dan penanggulangan bencana.
