Cuaca ekstrim berupa hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir yang melanda sejumlah permukiman warga. Akibatnya, sebanyak 280 rumah dilaporkan terendam air, memaksa ratusan jiwa mengungsi. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu dan kerugian materi yang signifikan. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai dan instansi terkait lainnya tengah berupaya melakukan penanganan darurat dan menyalurkan bantuan kepada para korban terdampak cuaca ekstrim.
Banjir yang melanda Kabupaten Banggai ini terjadi sejak Kamis malam, 24 April 2025, dan semakin meluas hingga Jumat pagi, 25 April 2025. Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara terus-menerus menyebabkan meluapnya beberapa sungai kecil dan drainase di wilayah tersebut. Kecamatan yang paling parah terdampak banjir akibat cuaca ekstrim ini adalah Kecamatan Luwuk Utara dan Kecamatan Nambo. Ketinggian air di beberapa titik mencapai 50 hingga 80 sentimeter, bahkan di beberapa lokasi yang lebih rendah, ketinggian air bisa mencapai lebih dari satu meter.
Menurut laporan dari Kepala BPBD Kabupaten Banggai, Bapak Erwin Salindeho, S.Sos., M.Si., yang memberikan keterangan pers di posko darurat pada Jumat siang, 25 April 2025, pihaknya mencatat sebanyak 280 rumah warga terendam banjir. Selain itu, beberapa fasilitas umum seperti jalan dan jembatan juga mengalami kerusakan dan sulit dilalui. Akibatnya, aktivitas warga terganggu secara signifikan, terutama dalam hal transportasi dan mata pencaharian. Sebagian besar warga terdampak banjir terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman, seperti rumah kerabat atau bangunan fasilitas umum yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.
Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Banggai, TNI, Polri, Dinas Sosial, dan relawan terus berupaya melakukan evakuasi warga yang masih terjebak di rumah-rumah mereka. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, pakaian, dan obat-obatan juga mulai disalurkan kepada para pengungsi. Pemerintah Kabupaten Banggai telah menetapkan status siaga darurat banjir dan terus memantau perkembangan situasi cuaca ekstrim serta kondisi air di sungai-sungai. Pihak kepolisian dari Polres Banggai juga turut membantu dalam pengamanan wilayah terdampak banjir dan pengaturan lalu lintas di beberapa ruas jalan yang masih bisa dilalui.
BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) Stasiun Meteorologi Palu telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrim berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang masih berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Tengah dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, masyarakat di Kabupaten Banggai diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Pemerintah daerah juga terus berupaya untuk mempercepat penanganan banjir dan meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrim ini.
