Kabar duka menyelimuti Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Seorang balita berusia dua tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang, kini telah ditemukan tewas di sungai. Balita malang tersebut diduga hanyut dari selokan dekat rumahnya saat bermain. Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Kronologi kejadian bermula saat balita tersebut bermain di sekitar rumahnya. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Wajo menyebabkan debit air di selokan meningkat drastis. Diduga, korban terpeleset dan terbawa arus deras selokan yang langsung bermuara ke sungai terdekat, tanpa ada yang menyadari.
Pihak keluarga dan warga sekitar segera melakukan pencarian begitu balita tersebut tidak ditemukan. Tim SAR gabungan, terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan, turut dikerahkan untuk membantu proses pencarian. Mereka menyisir sepanjang aliran selokan hingga ke sungai, berharap menemukan korban dalam keadaan selamat.
Setelah pencarian intensif selama beberapa jam, harapan itu pupus. Balita malang tersebut akhirnya ditemukan tewas di sungai, beberapa kilometer dari lokasi awal ia hanyut. Tubuhnya tersangkut di antara rerimbunan semak belukar di tepi sungai. Penemuan ini membuat suasana haru dan duka tak tertahankan.
Jenazah balita langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman. Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Kasus ini murni kecelakaan tragis akibat kelalaian dan kondisi alam yang tidak terduga.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh orang tua untuk selalu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat musim hujan. Bahaya genangan air dan saluran air yang terbuka seringkali luput dari perhatian, padahal bisa berakibat fatal, seperti yang terjadi di Wajo ini.
Pemerintah daerah juga dihimbau untuk mengevaluasi dan memperbaiki infrastruktur drainase, terutama di permukiman padat penduduk. Penutup selokan yang aman dan rambu-rambu peringatan bahaya genangan air perlu dipasang. Langkah preventif sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Duka cita mendalam untuk keluarga korban. Semoga kejadian balita hanyut dari selokan yang ditemukan tewas di sungai ini tidak terulang lagi. Mari bersama-sama meningkatkan kesadaran akan keselamatan anak-anak dan lingkungan.
