Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Sebuah insiden tragis terjadi pada Sabtu pagi, 19 April 2025, ketika sebuah bus yang mengangkut rombongan guru dilaporkan mengalami kecelakaan dan bus masuk jurang di wilayah Kecamatan Toili Barat. Akibat kejadian nahas ini, tiga orang guru dikabarkan meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Informasi awal yang berhasil dihimpun dari pihak kepolisian setempat menyebutkan bahwa bus masuk jurang terjadi sekitar pukul 06.30 WITA di jalan poros Desa Mantawa menuju Desa Piondo. Bus dengan nomor polisi DN 7890 XX tersebut diduga membawa rombongan guru yang hendak menuju ke sebuah acara dinas di ibu kota kabupaten, Luwuk. Namun, setibanya di lokasi yang merupakan jalanan menurun dan menikung tajam, sopir diduga kehilangan kendali hingga akhirnya bus masuk jurang sedalam kurang lebih 15 meter.
Kapolsek Toili Barat, IPTU Yudi Pratama, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan adanya insiden bus masuk jurang tersebut. “Benar, pagi tadi kami menerima laporan adanya kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah bus. Setelah anggota tiba di lokasi, didapati bus dalam kondisi terbalik di dalam jurang,” ujarnya. Proses evakuasi korban segera dilakukan dengan melibatkan petugas kepolisian, TNI, tim medis dari Puskesmas Toili Barat, dan warga sekitar.
Dalam proses evakuasi yang berlangsung cukup sulit akibat kondisi medan yang terjal, petugas menemukan tiga orang korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Ketiga korban tersebut diketahui berprofesi sebagai guru di beberapa sekolah berbeda di wilayah Kecamatan Toili Barat. Identitas ketiga korban meninggal dunia baru terkonfirmasi siang ini, yaitu Ibu Siti Aminah (48 tahun), Bapak Budi Santoso (52 tahun), dan Ibu Rina Lestari (45 tahun). Sementara itu, beberapa penumpang lainnya yang mengalami luka-luka, baik ringan maupun berat, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kecelakaan bus masuk jurang ini. Dugaan sementara mengarah pada faktor kelalaian pengemudi akibat kondisi jalan yang kurang baik dan minimnya penerangan di pagi hari. Selain itu, kondisi bus juga akan menjadi salah satu fokus penyelidikan.
Insiden bus masuk jurang yang menewaskan tiga guru ini sontak menimbulkan duka yang mendalam bagi keluarga korban, rekan kerja, dan seluruh komunitas pendidikan di Kabupaten Banggai. Pemerintah daerah setempat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai dikabarkan tengah mempersiapkan langkah-langkah untuk memberikan santunan dan dukungan kepada keluarga korban. Kejadian tragis ini menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian dan keselamatan dalam berkendara, terutama saat melintasi jalur-jalur yang rawan kecelakaan.
