Upaya pencarian dan penyelamatan korban longboat yang terbalik di perairan Banggai, Sulawesi Tengah, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban dievakuasi dalam keadaan selamat maupun meninggal dunia. Insiden longboat terbalik yang terjadi pada Kamis sore, 17 April 2025, di sekitar perairan Pulau Dua Laut, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, ini sempat menimbulkan kekhawatiran dan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat. Proses korban dievakuasi berlangsung hingga Jumat siang, 18 April 2025.
Informasi yang dihimpun dari Badan SAR Nasional (Basarnas) Sulawesi Tengah menyebutkan bahwa longboat yang membawa rombongan wisatawan lokal tersebut diduga terbalik akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Setelah menerima laporan kejadian, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-AL, Polairud, BPBD Kabupaten Banggai, serta dibantu oleh nelayan dan warga setempat segera melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Proses korban dievakuasi menghadapi sejumlah tantangan akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat dan luasnya area pencarian.
Namun, berkat kerja keras dan koordinasi yang baik antara seluruh tim SAR, satu per satu korban dievakuasi. Sebanyak 15 orang penumpang dilaporkan selamat dan telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas terdekat. Sementara itu, 3 orang penumpang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Seluruh korban dievakuasi, baik yang selamat maupun meninggal, telah diserahkan kepada pihak keluarga. Operasi SAR secara resmi ditutup pada Jumat sore setelah dipastikan tidak ada lagi korban yang hilang.
Kepala Kantor SAR Palu, Bapak Andrias Hendrik Ranus (50 tahun), yang memimpin langsung operasi SAR di Banggai, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam proses evakuasi. “Kami bersyukur seluruh korban berhasil dievakuasi. Ini adalah hasil kerja keras tim gabungan dan bantuan dari masyarakat serta nelayan setempat. Kami turut berduka cita atas meninggalnya beberapa korban,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di Posko SAR Luwuk pada Jumat sore. Bapak Andrias juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pengguna transportasi laut, untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan melengkapi diri dengan alat keselamatan yang memadai sebelum berlayar. Tragedi ini menjadi pelajaran penting akan pentingnya keselamatan di laut.
