Kabupaten Banggai dengan ibu kotanya Luwuk, menawarkan pengalaman yang sangat berbeda bagi siapa pun yang ingin merayakan bulan suci di Sulawesi Tengah. Pesona Ramadan di kota yang dikenal dengan julukan “Kota Berair” ini memadukan keindahan alam pesisir yang menakjubkan dengan tradisi keagamaan yang kental. Sepanjang bulan puasa, suasana kota Luwuk berubah menjadi jauh lebih semarak dengan lampu-lampu hias yang menghiasi jalanan dan pelataran masjid-masjid megah. Pengunjung tidak hanya disuguhi pemandangan teluk yang indah saat menunggu waktu berbuka, tetapi juga keramahan masyarakat lokal yang menyambut setiap tamu dengan tangan terbuka dan senyuman yang hangat.
Salah satu titik yang menjadi magnet utama Pesona Ramadan di Luwuk adalah kawasan wisata religi Masjid Agung An-Nur yang berdiri kokoh dengan arsitektur yang menawan. Di sini, ribuan warga berkumpul setiap sore untuk melakukan ritual ngabuburit sambil menikmati pemandangan matahari terbenam yang memantul di permukaan air laut. Tradisi buka puasa bersama di halaman masjid menjadi momen yang sangat dinantikan, di mana berbagai lapisan masyarakat duduk bersila tanpa sekat untuk membatalkan puasa bersama-sama. Kehangatan ini menciptakan ikatan persaudaraan yang kuat, menjadikan Ramadan di Luwuk bukan hanya sekadar aktivitas ibadah personal, tetapi sebuah perayaan kolektif yang penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Tak lengkap rasanya membicarakan Pesona Ramadan di Luwuk tanpa menyinggung ragam kulinernya yang kini mulai viral di berbagai platform media sosial. Pasar Ramadan yang menjamur di sepanjang pinggiran pantai menawarkan berbagai takjil unik khas Banggai, seperti pisang lope yang disiram saus gula merah kental atau beragam olahan ikan segar yang dibakar dengan bumbu rempah tradisional. Kelezatan kuliner lokal ini sering kali menjadi bahan perbincangan para food vlogger karena cita rasanya yang autentik dan harga yang sangat terjangkau. Bagi para pelancong, mencicipi kuliner khas Luwuk sambil memandang gemerlap lampu kota dari ketinggian Bukit Keles memberikan pengalaman takjil yang tiada duanya.
Dukungan pemerintah daerah dalam menata kawasan wisata kuliner dan religi ini turut memperkuat Pesona Ramadan di Luwuk sebagai destinasi unggulan di Sulawesi. Fasilitas umum yang bersih dan aksesibilitas yang baik memudahkan wisatawan untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Selain itu, berbagai kegiatan festival religi seperti lomba musik sahur dan tadarus bersama di ruang publik menambah semaraknya suasana bulan suci.
