Masyarakat Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, digegerkan dengan kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh seorang menantu perempuan racuni mertua. Peristiwa tragis ini terjadi di Desa Toili, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, dan mengakibatkan seorang lansia berinisial LM (70 tahun) meninggal dunia setelah diduga diracun oleh menantunya sendiri, yang diketahui berinisial ST (35 tahun).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian Resor Banggai, kejadian ini terungkap setelah korban LM mengalami sakit parah secara tiba-tiba setelah mengonsumsi makanan yang disiapkan oleh ST pada Senin malam, 21 April 2025. Korban sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas setempat, namun kondisinya terus memburuk hingga akhirnya mertua tersebut menghembuskan nafas terakhir pada Selasa pagi, 22 April 2025.
Keluarga korban yang curiga dengan kematian LM kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Setelah melakukan penyelidikan awal dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk anggota keluarga dan tetangga korban, polisi menemukan indikasi kuat bahwa korban meninggal akibat perempuan racuni mertua dengan menggunakan zat berbahaya yang dicampurkan ke dalam makanan korban.
Kapolres Banggai, AKBP Jamaluddin Fardi, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Banggai pada Rabu pagi, 23 April 2025, membenarkan adanya kasus dugaan perempuan racuni mertua hingga menyebabkan korban meninggal dunia. “Kami telah mengamankan seorang perempuan berinisial ST yang diduga kuat sebagai pelaku peracunan terhadap mertuanya sendiri hingga meninggal dunia. Saat ini, pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui motif dan jenis racun yang digunakan,” ujar AKBP Jamaluddin Fardi. Pihaknya juga telah melakukan otopsi terhadap jenazah korban untuk memastikan penyebab kematian dan mengumpulkan bukti-bukti yang lebih kuat.
Motif perempuan racuni mertua ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Namun, dugaan sementara mengarah pada masalah keluarga atau perselisihan yang terjadi antara pelaku dan korban. Pihak kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan menindak pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku. Kasus perempuan racuni mertua yang sadis ini menimbulkan keprihatinan mendalam di masyarakat Banggai dan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keharmonisan dalam hubungan keluarga.
