Kabar duka datang dari Sulawesi Tengah, seorang siswa tewas diduga akibat dibanting oleh temannya sesama siswa Sekolah Dasar (SD). Peristiwa tragis ini terjadi di lingkungan sekolah SDN Inpres Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, pada hari Selasa, 29 April 2025, sekitar pukul 10.30 WITA saat jam istirahat berlangsung. Korban yang diketahui bernama Rahmat Hidayat (10 tahun), siswa kelas IV, meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu. Informasi mengenai siswa tewas ini dikonfirmasi oleh Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Palu, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Barliansyah, S.I.K., M.H., dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Palu pada Rabu pagi.
Menurut keterangan sejumlah saksi mata, kejadian bermula saat korban dan pelaku yang diketahui berinisial F (11 tahun), siswa kelas V, terlibat perselisihan kecil di halaman sekolah. Namun, perselisihan tersebut berujung pada tindakan kekerasan di mana pelaku diduga membanting korban ke lantai. Akibat bantingan tersebut, siswa tewas mengalami luka serius di bagian kepala dan sempat tidak sadarkan diri. Pihak sekolah segera membawa korban ke klinik terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Undata Palu. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Selasa sore.
Kombes Pol Barliansyah menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Tim Reskrim Polresta Palu telah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui secara pasti kronologi dan motif dari tindakan kekerasan yang menyebabkan siswa tewas,” ujarnya. Pihak kepolisian juga akan melibatkan psikolog anak dalam proses pemeriksaan pelaku mengingat usianya yang masih di bawah umur. Selain itu, polisi juga akan memanggil pihak sekolah dan orang tua dari kedua belah pihak untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif.
Jenazah siswa tewas bernama Rahmat Hidayat telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga korban tampak sangat terpukul dan berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku. Dinas Pendidikan Kota Palu juga telah memberikan respons atas kejadian ini dengan memberikan pendampingan psikologis kepada siswa-siswi dan guru di SDN Inpres Lere. Kejadian tragis ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian dan Dinas Pendidikan untuk meningkatkan pengawasan dan pencegahan tindak kekerasan di lingkungan sekolah.
