Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 12 April 2025 – Seorang sopir Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi menjadi korban pengeroyokan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di wilayah Kecamatan Tambun Selatan. Insiden yang terjadi pada Jumat malam, 11 April 2025, sekitar pukul 21.00 WIB ini mengakibatkan korban mengalami luka parah di bagian kepala hingga menyebabkan retak tengkorak. Kasus dikeroyok OTK ini kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian setempat.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, korban yang diketahui bernama Rahmat (42 tahun) sedang mengantar air bersih menggunakan mobil tangki PDAM. Saat melintas di jalan sepi, tiba-tiba mobil korban dipepet oleh beberapa orang yang menggunakan sepeda motor. Tanpa alasan yang jelas, para pelaku langsung menyerang korban dengan menggunakan benda tumpul. Korban yang berusaha membela diri akhirnya dikeroyok OTK hingga tidak sadarkan diri. Warga sekitar yang mendengar keributan segera mendatangi lokasi dan menemukan korban tergeletak dengan luka parah di kepala.
Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Ganda Subrata, S.H., M.H., membenarkan adanya kejadian pengeroyokan tersebut. Pihaknya telah menerima laporan dari pihak keluarga korban dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Kami sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas para pelaku dikeroyok OTK ini serta motif di balik aksi brutal tersebut. Korban saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit dengan luka serius di bagian kepala,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di Mapolsek Tambun Selatan pada Sabtu siang.
Pihak PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi melalui Direktur Utama, Bapak Usep Rahman Salim, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian yang menimpa salah satu pegawainya. Pihaknya mengecam keras aksi kekerasan tersebut dan berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap para pelaku dikeroyok OTK. “Kami menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian dan berharap keadilan dapat ditegakkan. Kami juga akan memberikan pendampingan dan dukungan penuh kepada keluarga korban,” tegasnya.
Kasus dikeroyok OTK ini menambah daftar panjang aksi kekerasan yang terjadi di wilayah Bekasi. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di malam hari dan segera melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat atau mengalami hal-hal yang mencurigakan.
